Contoh Analisis SWOT Madrasah Ibtidaiyah

Mifjanahgandol – Contoh Analisis SWOT Madrasah Ibtidaiyah – Salah satu konsep yang diperkenalkan dalam manajemen sekolah adalah analisis SWOT, yaitu suatu analisa keadaan yang melihat dari empat sudut pandang, yaitu: strength (kekuatan) menganalisis keunggulan/kekuatan sumber daya dasar yang ada, weakness (kelemahan) menganalisis keterbatasan sumber daya yang ada yang dapat menghambat tercapainya tujuan pendidikan, opportunity (peluang) menganalisis situasi-situasi utama yang menguntungkan bagi organisasi/lembaga pendidikan, dan threat (tantangan) menganalisis situasi situasi utama yang tidak menguntungkan bagi situasi pendidikan.

SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), Threats (tantangan). Analisa SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan kita dalam memasarkan event kita. Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran).

Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :

  1. S  = Strength, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini. 
  2. W = Weakness,.adalah situasi atau kondisi yang  merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
  3. O = Opportunities, adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang  di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi  organisasi di masa depan.
  4. T  = Threat, adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa depan.

Sederhananya, SWOT adalah singkatan dari strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman). Masing-masing faktor ini penting untuk dianalisa agar dapat merencanakan pertumbuhan lembaga dengan baik.

Visi Misi Madrasah

Langkah awal dalam perumusan strategi (Strategy Formulation) adalah penetapan visi. Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistic dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu . Visi harus dapat memberi kepekaan yang kuat tentang area fokus bisnis. Hal ini lebih lanjut diungkapkan oleh Hax dan Majluf dalam Akdon (2007 : 95), bahwa visi adalah pernyataan yang merupakan sarana untuk:

  1. Mengkomunikasikan alasan keberadaan organisasi dalam arti tujuan dan tugas pokok.
  2. Memperlihatkan framework hubungan antara organisasi dengan stakeholders (sumber daya manusia organisasi, konsumen, pihak lain yang terkait).
  3. Menyatakan sasaran utama kinerja organisasi dalam arti pertumbuhan dan perkembangan.

Pernyataan visi perlu diekspresikan dengan baik agar mampu menjadi tema yang mempersatukan semua unit dalam organisasi, menjadi media komunikasi dan motivasi semua pihak, serta sebagai sumber kreativitas dan inovasi organisasi. 

Kriteria-kriteria pembuatan Visi meliputi:

  1. Visi bukanlah fakta, tetapi gambaran pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan.
  2. Visi dapat memberikan arahan mendorong anggota organisasi untuk menunjukkan kinerja yang baik.
  3. Dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan.
  4. Gambaran yang realistik dan kredibel dengan masa depan yang menarik.
  5. Sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya.

Suatu visi akan menjadi realistik, dapat dipercaya, menyakinkan, serta mengandung daya tarik, maka dalam proses pembuatannya perlu melibatkan semua stakeholders. Selain keterlibatan semua pihak, visi perlu secara intensif dikomunikasikan kesemua anggota organisasi sehingga mereka merasa sebagai pemilik visi tersebut. Selain itu visi dibuat dalam kalimat yang singkat agar mudah diingat dan dijadikan komitmen

Visi yang telah diperoleh harus diterjemahkan kedalam guide lines yang lebih pragmatis dan kongkrit yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan strategi dan aktivitas dalam organisasi. Untuk hal itu, dibutuhkan Misi. Pernyataan dalam Misi lebih tajam dan lebih detail jika dibandingkan dengan Visi. Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai oleh organisasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan di masa yang akan datang. Pernyataan misi mencerminkan tentang segala sesuatu penjelasan yang akan ditawarkan yang sangat diperlukan oleh masyarakat untuk pencapaian misi.

Pernyataan misi memperlihatkan tugas utama yang harus dilakukan organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam pernyataan misi terkandung definisi yang jelas tentang pekerjaan atau tugas pokok yang diemban suatu organisasi dan yang diinginkan dalam kurun waktu tertentu. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti penting eksistensi organisasi, karena misi mewakili alasan dasar untuk berdirinya organisasi. Banyak organisasi gagal karena pernyataan misi yang dirumuskan hanya memperhatikan kepentingan dirinya sendiri dan mengabaikan kepentingan masyarakat maupun stakeholder. Oleh karena itu, misi harus jelas menyatakan kepedulian organisasi terhadap kepentingan masyarakat.

Pernyataan Misi harus:

  1. Menunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh organisasi dan bidang kegiatan utama dari organisasi yang bersangkutan.
  2. Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya.
  3. Mengandung partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti organisasi tersebut.

Pernyataan misi yang jelas akan memberi arahan jangka panjang sehingga memberikan stabilitas manajemen dan kepemimpinan organisasi. Misi berubah apabila kehendak organisasi berubah atau karena adanya validasi langkah/komponen manajemen strategik yang lain. Pernyataan misi mencerminkan tentang segala sesuatu untuk mencapai visi.        

Kriteria pembuatan misi meliputi:

  1. Penjelasan tentang bisnis/produk atau layanan yang ditawarkan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
  2. Harus jelas memiliki sasaran publik yang akan dilayani.
  3. Kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan memiliki daya saing yang meyakinkan masyarakat.
  4. Penjelasan aspirasi bisnis yang diinginkan pada masa datang juga manfaat dan keuntungan bagi masyarakat dengan produk dan pelayanan yang tersedia.

Berikut adalah Visi dan Misi MIS Miftahul Jannah Gandol:

  • Visi

Terwujudnya warga madrasah yang beriman, bertaqwa, berakhlakul karimah dan memiliki pengetahuan, keterampilan, mandiri, yang sesuai dengan, bakat, minat dan tingkat perkembangannya

  • Misi

Misi yang dirumuskan untuk mencapai Visi Madrasah Ibtidaiyah  Miftahul Jannah Gandol adalah sebagai berikut :

  1. Menanamkan Tauhid melalui pengalaman ajaran agama dan pembiasaan
  2. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan
  3. Mengembangkan pengetahuan dibidang Baca Tulis Al-Quran, Tahfizd 25 surat pendek, Bahasa, Olahraga dan Seni Budaya sesuai dengan bakat, minat dan potensi siswa
  4. Menjalin kerjasama yang harmonis antar warga Madrasah dan lingkungan
  5. Meninkatkan kemampuan tenaga pendidik yang profesional.

Analisis SWOT Visi dan Misi

Suatu kegiatan akan dapat dilaksanakan dengan baik dan mencapai sasaran jika sebelumnya dilakukan suatu perencanaan yang matang. Tidak terkecuali dalam dunia pendidikan, di mana menyusun perencanaan sebagai langkah awal akan cukup diperhitungkan guna mencapai tujuan yang ingin dicapai (Sanjaya, 2009). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing.

Satu hal yang harus diingat  oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang tepat bagi masalah – masalah yang dihadapi oleh organisasi. Analisa SWOT bertujuan untuk menemukan aspek-aspek penting dari kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada suatu lembaga sehingga mampu memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan, mereduksi ancaman dan membangun peluang.

Analisis SWOT adalah bagian dari tahap tahap perencanaan strategis suatu organisasi yang terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap pengumpulan data, tahap analisis, dan tahap pengambilan keputusan. Pada tahap ini data dapat dibedakan menjadi dua yaitu data eksternal dan data internal.

Data eksternal dapat diperoleh dari lingkungan di luar madrasah seperti peran masyarakat, donatur, pemerintah, dan organisasi lain. Pengambilan data eksternal diambil dari Opportunity (Peluang) dan Threat (Ancaman)

Data internal dapat diperoleh dari dalam madrasah itu sendiri, seperti laporan keuangan madrasah, administrasi madrasah, kegiatan belajar mengajar, keadaan guru dan siswa, fasilitas dan prasarana madrasah, administrasi guru dan lain lain. Pengambilan data eksternal diambil dari Strength (Kekuatan) dan Weakness (Kelemahan).

  1. Strength (Kekuatan)
  • Motivasi guru dan siswa cukup tinggi sehingga mampu mengembangkan metode pembelajaran yang evektif dan disertai dengan penerapan iman dan takwa sehingga peserta didik cukup antusias dalam merespon setiap pembelajaran.
  • Hubungan yang baik antara guru dengan guru ataupun guru dengan peserta didik sangat kondusif baik dalam kegiatan pembelajaran ataupun ektrakurikuler untuk membentuk kualitas peserta didik yang positif.
  • Dalam segi pendekatan, metode yang diajarkan guru adalah bervariasi, sehingga guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi agar peserta didik dapat mengembangkan diri sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Mempunyai letak geografis yang unik dimana lokasi madrasah sangat jauh dari kebisingan kendaraan, didasari daya dukung yang sangat positif dari masyarakat sehingga dapat meningkatkan hubungan kerja sama antara madrasah, komite, orang tua siswa dan masyarakat.
  • Tenaga pengajar yang usianya relatif muda sehingga memiliki kinerja yang tinggi dan semangat serta secara kependidikannya 100% lulusan S1 dan dalam meningkatkan disiplin semua personal dan meningkatkan kinerja untuk membentuk peserta didik menjadi lebih berpengalaman dan mendapatkan ilmu yang sesuai dengan tingkatannya.
  • Kegiatan pembelajaran ekstrakulikuler yang sangat efektif dengan tenaga operasional yang memadai untuk meningkatkan prestasi siswa sesuai dengan bakat, minat dan kreativitas.

  1. Weakness (Kelemahan)
  • Rekrutmen guru dan staf yang terkadang sulit dilakukan karena alasan lokasi madrasah, masih ada kekurangan guru untuk mata pelajaran agama islam, sehingga mata Pelajaran tersebut masih diampu oleh guru kelas, yang notabene sebagai guru kelas umum.
  • Penerimaan peserta didik baru/pindahan. Peneriman peserta didik belum dilakukan dengan cara tes, tetapi masih melalui penjaringan dan penerimaan manual berdasarkan usia, sehingga untuk memperoleh peserta didikan yang memiliki kematangan dan kecerdasan belum dapat dimaksimalkan.
  • Pembiyaan orang tua siswa dalam anggaran pembangunan sangat sulit dikarenakan kondisi perekonomian kebanyakan dibawah rata-rata.
  • Belum bisa memfasilitasi sarana dan prasarana yang mendukung untuk pembelajaran terutama perpustakaan, sehingga kurang kondusif dalam kelengkapan buku dan juga alat praktik yang dimanfaatkan oleh peserta didik untuk penunjang pembelajaran.
  • Belum memiliki Lab Komputer, sehingga untuk bersaing dengan madrasah/sekolah lain dalam hal program teknologi belum maksimal, juga ketersediaan perlengkapan olahraga dan penunjang ekstrakurikuler belum maksimal.
  • Kurangnya buku-buku referensi bagi tenaga pendidik.
  • Minimnya keuangan yang berasal dari BOS, karena jumlah peserta didik tidak sebanding dengan kebutuhan perlengkapan pendukung pembelajaran.

  1. Opportunity (Peluang)
  • Dukungan pemerintah daerah dalam melengkapi sarana dan prasarana madrasah sebetulnya sudah terbuka, dan peluang untuk pengajuan anggaran dengan cara mengajukan prososal ke pemerintah daerah tingkat I dan tingkat II sudah ada, hanya perlu dilakukan secara maksimal guna melengkapi sarana dan prasarana madrasah.
  • Pembangunan dengan tanah yang masih luas, dengan status hak guna pakai dari pemerintah setempat bisa menunjang ke arah yang representatif.
  • Sarana dan prasarana merupakan kekuatan yang telah ada agar bisa dipergunakan dan pemanfaatannya yang ada harus di kembangkan terus.
  • Dukungan masyarakat yang ingin menjadikan peserta didik menjadi berkualitas di masyarakat dan ingin setelah lulus dari MIS Miftahul Jannah Gandol bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
  • Jumlah peserta didik yang tidak terlalu banyak yang memudahkan guru dalam memberikan pelayanan pendidikan terhadap peserta didik.
  • Lingkungan yang cukup tenang, jauh dari kebisingan.

  1. Threat (Ancaman)
  • Lingkungan sosial madrasah belum memiliki lapangan olah raga yang memadai, baru memiliki satu buah lapangan yang pemanfaatannya masih bersamaan dengan halaman madrasah.
  • Sebagian masyarakat yang berekonomi menengah keatas, ada diantaranya dari lingkungan madrasah, kurang kepercayaan orang tua/wali siswa terhadap madrasah, sehingga ada yang sekolah di tempat lain yang dianggap kualitas dan fasilitasnya lebih baik.
  • Kondisi masyarakat yang rata-rata kurang berpendidikan (sekitar 74% lulusan SD/MI/SMP/MTs dan 26% lulusan SMA/MA dan Sarjana)
  • Kurangnya dukungan dari orang tua siswa/wali siswa terhadap program-program madrasah.

Selengkapnya Contoh Analisis SWOT Madrasah Ibtidaiyah, dapat di unduh di bawah ini.

Demikian Contoh Analisis SWOT Madrasah Ibtidaiyah, semoga bermanfaat.

Untuk mendapatkan informasi terkini dari kami, silahkan gabung di Group Telegram (KLIK DISINI)

Bagikan :

Artikel Lainnya

Panduan Langkah demi Langkah: Ca...
Redaktur: Udin Solehudin Dunia pendidikan hari ini menuntut ge...
Menembus Batas Tradisional: Meng...
Dunia pendidikan Islam hari ini sedang berada di persimpangan ...
Bye Desain Monoton! Panduan Ubah...
Di era digitalisasi pendidikan saat ini, tenaga pendidik di ma...
Capaian Pembelajaran Terbaru 202...
Dunia pendidikan dasar dan menengah di Indonesia kembali menya...
Yakin Sudah Benar? Salah Pilih K...
Bagi yang bergerak di dunia pendidikan, setiap pergantian kale...
Membawa Nilai Karakter, 12 Lulus...
KUNINGAN – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti Aula Mad...