Panduan Teknis Penyusunan Soal & Kisi-Kisi ASAS Madrasah Ibtidaiyah

Menjelang pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) di era Kurikulum Merdeka, guru Madrasah Ibtidaiyah perlu mempersiapkan naskah soal dan kisi-kisi dengan teliti. ASAS, istilah baru menggantikan PAT di Kurikulum Merdeka, berfokus pada pencapaian standar pendidikan yang lebih luas dan evaluasi institusional. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan panduan resmi dan inspiratif bagi guru MI dalam menyusun soal ASAS sesuai kebijakan Kemenag dan prinsip Kurikulum Merdeka. Isinya ringkas, mudah dimengerti, serta relevan menghadapi ASAS yang sudah di depan mata.

Petunjuk Teknis Penyusunan Soal ASAS

Panduan resmi menggarisbawahi bahwa proses penyusunan naskah soal harus sistematis. Sebagai contoh, satu referensi menyebutkan: โ€œProses penyusunan meliputi analisis kurikulum, pemetaan kompetensi, pengembangan kisi-kisi, penulisan soal, dan revisi untuk memastikan kualitas soal yang valid dan reliabelโ€. Artinya, sebelum menyusun soal guru harus memahami Kurikuยญlum Merdeka dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang berlaku, serta mengacu pada Pedoman Kurikulum Merdeka dari Kemenag (KMA No.347/2022). Soal harus disusun sesuai indikator dan tujuan pembelajaran, menggunakan bahasa baku, terhindar bias, serta menyertakan proporsi soal HOTS minimal sebagaimana dianjurkan kebijakan penilaian.

Langkah Penyusunan Kisi-Kisi Soal

Kisi-kisi adalah kerangka konseptual yang memandu pembuatan soal agar sesuai materi dan Capaian Pembelajaran (CP). Langkah-langkah dasar menyusun kisi-kisi meliputi:

  • Analisis Kurikulum & SKL: Pelajari Kurikulum Merdeka dan identifikasi SKL per mata pelajaran. Pastikan CP (Capaian Pembelajaran) sejalan dengan target SKL agar soal mengukur kompetensi yang diharapkan.
  • Pemetaan Kompetensi & Indikator: Petakan kompetensi dasar yang akan diujikan dalam ASAS. Buat indikator soal yang spesifik, terukur, dan relevan dengan CP/SKL. Setiap indikator menjadi acuan penulisan soal.
  • Format Kisi-Kisi: Susun tabel kisi-kisi jelas mencakup kolom kompetensi, indikator, tingkat kognitif (sesuai dimensi Bloom/KD), dan bentuk soal. Tentukan bobot setiap soal berdasarkan kategori kognitif (C1โ€“C6) serta tingkat kesulitan.
  • Penulisan Soal: Susun butir soal sesuai kisi-kisi yang telah disepakati. Patuhi kaidah penulisan soal (bahasa lugas, cakupan CP) dan tentukan kunci jawaban. Perhatikan untuk menyeimbangkan jumlah soal mudah, sedang, dan sulit.
  • Telaah & Revisi: Lakukan penelaahan silang dengan guru lain atau tim ahli untuk validasi isi dan bahasa soal. Revisi berdasarkan masukan untuk memastikan soal valid (mengukur CP secara tepat) dan reliabel (konsisten memberi hasil).

Pelatihan dan seminar pendidikan dasar juga menekankan kolaborasi guru dalam proses ini. Sebagai ilustrasi, dalam diklat dan lokakarya, guru diajak bekerja sama menyusun kisi-kisi dan berbagi praktik baik agar kualitas soal terjaga. Hal ini sejalan dengan rekomendasi bahwa guru harus memperdalam kemampuan pedagogis dan evaluasi melalui kegiatan berkelanjutan, demi menghasilkan soal ASAS bermutu tinggi.

Tujuan dan Manfaat Artikel bagi Guru MI

Artikel ini bermanfaat sebagai panduan resmi untuk guru Madrasah Ibtidaiyah. Dengan petunjuk teknis ini, guru dapat menyusun soal dan kisi-kisi ASAS sesuai karakteristik Kurikulum Merdeka, sehingga penilaian akhir semester lebih terarah dan sahih. Pahamnya guru terhadap prosedur penyusunan soal membantu menciptakan soal yang valid dan reliabel. Selanjutnya, guru yang menyusun kisi-kisi dengan benar akan lebih terampil mengukur capaian pembelajaran siswa secara menyeluruh. Secara keseluruhan, pedoman ini meningkatkan profesionalitas guru MI dalam mendukung standar lulusan madrasah dan meningkatkan citra madrasah sebagai lembaga pendidikan unggul.

Penutup

Alhamdulillah, kita bersyukur atas tersusunnya pedoman teknis ini sebagai bekal menghadap ASAS. Ke depan semoga madrasah kita senantiasa maju melalui implementasi Kurikulum Merdeka yang tepat. Mari Bapak/Ibu guru terus belajar dan mengkaji ilmu penilaian, mengikuti pelatihan, serta berbagi pengalaman agar kompetensi profesional semakin meningkat. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, kita dukung pengembangan diri guru dan kemajuan madrasah. Selalu ingat, tugas kita mulia menyiapkan generasi penerus cerdas dan berakhlak โ€“ semoga panduan ini menjadi jalan menuju madrasah yang terus berkembang.

Referensi: Pedoman Kurikulum Merdeka dan penilaian Kemenag; literatur teknis penyusunan soal dan kisi-kisi.


Berikut ini contoh format kisi-kisi yang sesuai juknis terbaru (2025) untuk penyusunan naskah soal ASAS di Madrasah Ibtidaiyah, dan contoh pengisian singkat supaya bapak/ibu guru bisa langsung pakai/ubah. Berikut catatan teknis singkat dan rujukan resmi agar sesuai KMA dan pedoman Direktorat.

Sumber yang dijadikan acuan: surat edaran/kisi-kisi dan pedoman penyusunan soal Asesmen Madrasah tahun 2024โ€“2025 serta pedoman Kurikulum Madrasah (KMA).

1. Prinsip singkat (jangka pendek)
  • Kisi-kisi harus mengacu pada SKL / Capaian Pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka dan aturan Kementerian Agama (KMA).
  • Susun dari analisis kurikulum โ†’ pemetaan kompetensi โ†’ indikator โ†’ bentuk soal โ†’ penulisan soal โ†’ telaah/revisi. Dokumen juknis madrasah merekomendasikan telaah bersama tim/able review.

2. Format kisi-kisi (template master โ€” tinggal copy ke Excel/Word)

Gunakan tabel berikut sebagai master template; kolom dapat disesuaikan sesuai kebutuhan madrasah (mis. tambah kolom Alokasi Waktu per butir jika diperlukan).

NoMata PelajaranKelasSKL / CPKD / ElemenIndikator soal (spesifik)Materi/TopikBentuk Soal (PG/Isian/Esei/Praktek)Nomor ButirLevel Kognitif (C1โ€“C6)Tingkat Kesulitan (M/S/SK)Bobot (%)Kunci / JawabanAlasan/Kompetensi yang Diukur
1(isi)(isi)(isi)(isi)(isi)(isi)(isi)(isi)(C1โ€“C6)(M=mudah/S=sedang/SK=sulit)(mis: 3%/5%)(jawaban)(penjelasan singkat)

Keterangan kolom penting

  • SKL / CP: Ambil dari SKL/Kurikulum Merdeka untuk jenjang MI.
  • KD / Elemen: Bila masih menggunakan istilah KD, tuliskan elemen CP yang setara.
  • Indikator soal: Harus berupa perilaku yang terukur (mis. โ€œMenentukan ide pokok paragrafโ€).
  • Level Kognitif: Gunakan taksonomi Bloom terapan (C1 mengingat โ€” C6 mencipta) untuk menyeimbangkan soal KT/KU/HOTS. Dokumen juknis merekomendasikan proporsi butir HOTS sesuai kebijakan.
  • Bobot: Tentukan bobot per soal agar total bobot = 100%.

3. Contoh pengisian (singkat) โ€” Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia โ€” Kelas 4 (ASAS 2025)
NoMapelKlsSKL / CPKD / ElemenIndikator soalMateriBentuk SoalButirLevelKesulitanBobotKunciKompetensi yg Diukur
1B.Indonesia4Menyimpulkan isi teks pendekCP: Menyimpulkan paragrafSiswa dapat menentukan ide pokok paragrafParagraf naratif pendekPG1C2M3%BPemahaman teks
2B.Indonesia4Menyimpulkan isi teks pendekCP: Menyimpulkan paragrafSiswa menyusun kalimat penjelas sesuai urutanParagraf deskriptifIsian singkat2C3S5%(jawab)Penyusunan ide
3B.Indonesia4Menulis kalimat sederhanaCP: Menulis kalimat efektifSiswa menulis ulang kalimat tidak efektif menjadi efektifKalimat efektifEssai singkat3C4SK8%(rubrik)Produksi tulisan
4B.Indonesia4Literasi dasarCP: Menemukan kosakataSiswa memilih sinonim kata dalam konteksKosakataPG4C1M3%DLeksikal

(Total bobot contoh di atas hanya ilustrasi; sesuaikan jumlah butir & bobot agar total = 100%)


4. Panduan teknis cepat saat mengisi kisi-kisi
  1. Mulai dari SKL/CP โ€” jangan mulai dari soal. Semua butir harus โ€œtertarikโ€ ke indikator CP.
  2. Tentukan proporsi kognitif โ€” minimal persentase PG, Isian, Esai, dan persentase soal HOTS (sesuai juknis lokal).
  3. Gunakan bahasa yang netral โ€” hindari muatan SARA, politik, provokatif; sesuai ketentuan madrasah.
  4. Telaah silang โ€” minimal 2 guru mata pelajaran & 1 pengawas/tim penelaah. Catat perubahan dan alasan revisi.
  5. Simpan master file (Excel + PDF) dan tanda tangan/pengesahan kepala madrasah pada versi final.

5. File contoh & rekomendasi implementasi
  • Rekomendasi: simpan template di Excel (kolom lebarnya mudah diatur), buat sheet terpisah untuk: (a) master indikator, (b) kisi-kisi, dan (c) daftar soal final untuk memudahkan revisi dan audit.
  • Lakukan bedah kisi-kisi (workshop kecil) sebelum penulisan naskah soal; rekomendasi ini umum dipraktikkan di berbagai diklat penyusunan soal madrasah.

Bagikan :

Artikel Lainnya

Download Bahasa Inggris Class 6 ...
Lesson 5 in Semester 2 marks a crucial phase where students ar...
Download Bahasa Inggris Class 6 ...
Lesson 4 in Semester 2 is a strategic stage to strengthen stud...
Download Bahasa Inggris Class 6 ...
As Semester 2 progresses, Lesson 3 becomes an important opport...
Download Bahasa Inggris Class 6 ...
Entering Lesson 2 in Semester 2 is a crucial phase for strengt...
Download Bahasa Inggris Class 6 ...
As the new semester begins, many Madrasah teachers are prepari...
Unduh Modul Ajar Bahasa Inggris ...
Menguatkan Pengabdian Guru di Awal Semester Genap Bapak/Ibu Gu...