
Gunakan data berikut saat mengunggah ke dasbor WordPress untuk jaminan visibilitas maksimal di Google Search Console:
Estimasi CPC: Rp 18.500 – Rp 35.000 (Kategori Sertifikasi Guru & Media Pembelajaran).
Jangan Terbalik!
Ini Alur Mutlak Penyusunan Perangkat Ajar di Madrasah
Mengapa banyak guru terjebak dalam labirin birokrasi administrasi yang keliru? Bedah tuntas alur logis kurikulum Merdeka demi lompatan mutu pembelajaran madrasah.
Udin Solehudin, S.Pd.
Guru MIS Miftahul Jannah Gandol
Editorial Mindset
“Sejak kapan administrasi mengalahkan esensi? Saatnya guru madrasah memegang kendali pedagogi, bukan sekadar menyalin berkas!”
Di ruang guru madrasah, kita sering mendengar keluhan tentang tumpukan kertas kerja. Ironisnya, banyak dari dokumen tersebut disusun secara terbalik — menulis RPP sebelum memahami Capaian Pembelajaran, atau membuat Modul Ajar instan tanpa merunut Alur Tujuan Pembelajaran. Mari kita luruskan kesalahan sistemik ini sekali untuk selamanya.
Sebagai pendidik di bawah naungan Kementerian Agama, kita memikul amanah ganda. Kita tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan umum, melainkan juga menanamkan akhlakul karimah melalui integrasi nilai-nilai keagamaan. Kurikulum Merdeka hadir memberikan otonomi penuh, tetapi otonomi tanpa pemahaman alur hanya akan melahirkan kekacauan administratif.
Banyak guru merasa kebingungan akibat peralihan dari Kurikulum 2013. Sebagian besar mengira hanya istilahnya yang berubah: RPP diubah menjadi Modul Ajar, sedangkan KKM diubah menjadi KKTP. Padahal, filosofinya berubah secara total. Jika Anda memulai penyusunan dari modul ajar tanpa melewati tangga-tangga regulasinya, bersiaplah untuk kehilangan arah di tengah kelas.
6 Langkah Alur Emas Penyusunan Perangkat Ajar Madrasah
Capaian Pembelajaran (CP)
Target Utama Fase
Acuan pokok berupa kompetensi dan karakter yang wajib dicapai siswa di akhir suatu fase. Diambil langsung dari regulasi pemerintah (Kemdikbudristek & Kemenag).
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Peta Jalan Kompetensi
Rangkaian Tujuan Pembelajaran (TP) yang disusun secara logis dan sistematis dari awal hingga akhir fase demi ketercapaian CP.
Program Tahunan (PROTA)
Porsi Waktu Makro
Rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk memastikan semua TP dalam ATP dapat diajarkan secara efektif.
Program Semester (PROSEM)
Porsi Waktu MIKRO
Pembagian materi secara detail per semester ganjil dan genap yang disesuaikan dengan kalender pendidikan madrasah.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
Parameter Kualitas Belajar
Standar minimal untuk melihat sejauh mana kualitas pencapaian peserta didik terhadap Tujuan Pembelajaran yang dituju.
Modul Ajar / RPP
Aksi Nyata Kelas
Rencana pembelajaran rinci (skenario kelas, media, metode, asesmen, dan refleksi) yang siap digunakan guru untuk mengajar sehari-hari.
1. Capaian Pembelajaran (CP): Dari Mana Asalnya?
Satu hal yang wajib dipahami oleh guru: Guru tidak membuat CP sendiri! CP merupakan standar kompetensi nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerjasama dengan Kementerian Agama (khusus untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di madrasah).
Tugas kita adalah mengunduh dokumen CP sesuai jenjang (RA, MI, MTs, MA), menganalisis fase-fase perkembangannya, menyesuaikannya dengan kekhasan madrasah, kemudian menggunakannya sebagai pondasi utama seluruh perencanaan. Jangan sekali-kali melompati langkah ini!
2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Alirkan Logika Berpikir
Setelah membedah CP, langkah berikutnya adalah memecah paragraf CP yang padat menjadi butir-butir Tujuan Pembelajaran (TP) yang operasional.
Setelah TP terkumpul, urutkan butir-butir tersebut secara logis. Susunan TP yang berurutan secara kronologis dari awal pembelajaran sampai akhir fase inilah yang kita sebut sebagai Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Di madrasah, Anda diperbolehkan menggunakan contoh ATP dari pusat, atau menyusun sendiri yang disesuaikan dengan kultur sosial keagamaan di sekitar lingkungan madrasah Anda.
3 & 4. Prota & Prosem: Manajemen Waktu yang Presisi
ATP yang hebat tidak akan ada artinya tanpa manajemen waktu yang realistis. Melalui program tahunan (PROTA) dan program semester (PROSEM), kita memetakan beban belajar siswa.
Perhatian Khusus untuk Kalender Madrasah
Penyusunan PROSEM harus benar-benar memperhatikan agenda khas madrasah seperti Penilaian Akhir Semester (PAS)/Asesmen Madrasah, hari libur keagamaan nasional, waktu pelaksanaan P5-PPRA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin), serta kegiatan syiar keagamaan lainnya.
5. KKTP: Selamat Tinggal Standar Angka Mati KKM!
Di masa lalu kita terbelenggu oleh satu angka mutlak bernama KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Kurikulum Merdeka mendobrak cara berpikir ini dengan mengenalkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
KKTP tidak lagi hanya berupa angka statis (seperti “Kriteria ketuntasan 75”). Guru menentukan deskripsi kriteria berupa indikator ketercapaian, rubrik performa, maupun interval nilai yang mencerminkan tingkat pemahaman nyata siswa. Di bawah ini adalah model rubrik KKTP yang premium dan elegan:
| Kriteria Indikator | Baru Berkembang | Layak | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Konsep Utama | Belum mampu menjelaskan esensi materi secara mandiri. | Mampu menjelaskan konsep dengan bantuan guru/peta konsep. | Mampu menjelaskan konsep secara mandiri dan logis. | Mampu menganalisis dan mengaitkan konsep dengan materi lain. |
| Integrasi Nilai Rahmatan lil Alamin | Belum menunjukkan relevansi nilai karakter di lingkungan. | Mulai mengenali nilai karakter keagamaan dalam keseharian. | Konsisten menerapkan perilaku sesuai nilai Rahmatan lil Alamin. | Menjadi teladan aktif bagi rekan sebaya di madrasah. |
6. Modul Ajar: Mahakarya Skenario Kelas Anda
Akhirnya kita tiba pada puncak rancangan: Modul Ajar. Modul Ajar sejatinya adalah RPP yang diperkaya dengan berbagai komponen pendukung seperti bahan ajar, media, dan instrumen asesmen yang lengkap.
Modul Ajar yang baik dirancang dengan berpusat pada murid (student-centered), akomodatif terhadap karakteristik siswa madrasah yang beragam (diferensiasi), serta memuat elemen refleksi bagi guru dan murid di akhir sesi belajar.
Mari Mulai Transformasi Kelas Madrasah Kita!
Kepala Madrasah kita terus mendorong inovasi pembelajaran. Kualitas pengajaran kita di dalam kelas ditentukan oleh seberapa matang persiapan kita sebelum melangkah ke pintu gerbang kelas madrasah.
Ruang Diskusi Guru Madrasah
Bagikan pandangan dan kendala Anda dalam menyusun perangkat ajar di madrasah Anda melalui kolom diskusi di bawah ini: